Sekilas Perusahaan

Terminal Petikemas Internasional di Surabaya pertama kali beroperasi dalam tahun 1992. Fasilitas ini kemudian diprivatisasi di bulan April 1999 menjadi PT. Terminal Petikemas Surabaya, dan tak lama kemudian pihak investor asing diundang dan membeli saham perusahaan. Pada tanggal 1 Mei 2006, PT. Pelabuhan Indonesia III (Persero) dan Anak Perusahaannya memiliki 51% saham dan DP World (dahulu P&O Ports Australia) memiliki 49% saham.

TPS dalam tahun-tahun pengoperasiannya telah memiliki reputasi sebagai sebuah Terminal Petikemas yang efisien dan efektif terhadap biaya, yang mampu melayani kebutuhan masyarakat pelayaran dan para importir dan eksportir di Indonesia Bagian Timur.

Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, sudah sejak berabad-abad menjadi sebuah pintu gerbang utama menuju pulau-pulau seluruh Kepulauan Indonesia. Dengan posisinya yang berada di sebelah timur pulau Jawa, sebagian besar Perusahaan Pelayaran Domestik telah menikmati layanan Pelabuhan yang telah melayani di seluruh Kepulauan Indonesia. Kapal-kapal dagang internasional memiliki jadwal berlayar mingguan secara tetap ke pelabuhan-pelabuhan utama di Asia Timur dan berlayar harian ke Pelabuhan Hub di Selat Malaka, dengan koneksi langsung terhadap ke empat sudut dunia.

TPS, dengan fasilitas dermaga sepanjang, 1,450 meter dan Lapangan Penumpukan Petikemas seluas 40 hektar berkapasitas untuk menangani lebih dari dua juta teus per tahun. Dalam tahun 2004, untuk pertama kalinya TPS mampu menangani lebih dari satu Juta teus dalam tahun kalender.

Setiap fungsi operasional dan bisnis difasilitasi dengan komputer. Sistem Operasional Terminal, yaitu TOPS, dipasok oleh Realtime Business Solutions dari Sydney, Australia. TPS, lewat e-TPS, memberikan layanan kepada para kliennya, yaitu berupa sistem pengontrolan dan perencanaan penanganan petikemas.

TPS memperoleh sertifikat-sertifikat antara lain : ISO 9001 (Standar Mutu), ISO 14001 (Standar Lingkungan), OHSAS 18000 (Standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja), yang menunjukkan komitmen Perusahaan terhadap efisiensi dan produktifitas, menciptakan tempat kerja yang aman bagi seluruh pegawai dan tamu ke Terminal, serta meminimalkan dampak-dampak dari pengoperasian Terminal yang mungkin terjadi terhadap lingkungan sekitarnya.

Akhir tahun 2003, TPS adalah fasilitas Terminal Petikemas yang pertama di Indonesia yang dinyatakan telah memenuhi syarat-syarat ISPS Code (Keamanan Pelabuhan dan Kapal Internasional), dan saat ini sedang mempersiapkan perolehan sertifikat ISO 28000 (Standar Keamanan).

Di bulan Mei 2008, TPS telah menjadi satu-satunya Terminal Petikemas di Indonesia dan di dunia, yang telah memperoleh sertifikast C-TPAT (Bea Cukai Partner Dagang Terhadap Terorisme). Alhasil, petikemas yang diekspor ke Amerika Serikat tidak perlu lagi menjalani pemeriksaan Bea Cukai.

Produktifitas terminal dipantau secara terus-menerus. Dalam lima tahun terakhir ini, tingkat penanganan kapal petikemas telah meningkat dua kali lipat, dan waktu balik truk (TRT) telah menurun sampai 50%.

Hal penting yang mendukung kesuksesan TPS, adalah tak luput dari kinerja para pegawai Perusahaan dan para Kontraktornya. Untuk hal ini, Perusahaan mengadakan pelatihan dan kursus pendukung secara teratur, dan memastikan terkait dengan masalah kepegawaian, Perusahaan mengedepankan sikap adil.

Dewan Komisaris dan Dewan Direktur PT. Terminal Petikemas Surabaya berkomitmen untuk mempertahankan posisi yang penting yang dipegang oleh TPS, yaitu sebagai Pintu Gerbang ke Kawasan Indonesia Bagian Timur, dan memastikan peningkatan mutu layanan yang dibutuhkan dalam pertumbuhan perekonomian di Indonesia di tahun-tahun yang akan datang.

 

Copyright 2009 PT. Terminal Petikemas Surabaya, All Rights Reserved